Kepala MAN Mempawah di lantik pada Forum Pendidik Madrasah Inklusif Kalimantan Barat Periode 2026–2031 Resmi Digelar

12 May 2026 Berita administrator 17 kali diakses
Kepala MAN Mempawah di lantik pada Forum Pendidik Madrasah Inklusif Kalimantan Barat Periode 2026–2031 Resmi Digelar

 Pontianak, 11 Mei 2026 — Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Provinsi Kalimantan Barat resmi melantik kepengurusan baru masa bakti 2026–2031 dalam sebuah kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaborasi. Aula 2 Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat menjadi saksi atas prosesi pelantikan. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen madrasah terhadap pendidikan inklusif di Kalimantan Barat. 

Dalam pelantikan tersebut, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mempawah, Tutik Rusmawati, turut dilantik bersama 21 anggota lainnya yang terdiri dari unsur Kasi Penmad, pengawas madrasah, serta kepala madrasah dari berbagai daerah. Pada kesempatan ini, Tutik Rusmawati dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Data, sebuah posisi strategis dalam mendukung penguatan kebijakan dan praktik pendidikan inklusif berbasis data.

Prosesi pelantikan dilakukan oleh Sekretaris FPMI Pusat yang mewakili Ketua FPMI Pusat, yakni Dr. Hj. Anizar, ST, M.Pd, Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran FPMI sebagai motor penggerak dalam mewujudkan madrasah yang ramah bagi semua peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Kegiatan pelantikan ini juga dirangkaikan dengan seminar nasional bertema madrasah inklusif yang disampaikan langsung oleh Bunda Anizar. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara komprehensif tentang urgensi penerapan pendidikan inklusif di madrasah, termasuk alasan mengapa madrasah harus menjadi ruang yang terbuka dan ramah bagi semua anak tanpa diskriminasi. Selain itu, beliau juga menguraikan kategori anak berkebutuhan khusus serta pendekatan yang tepat dalam mendampingi mereka di lingkungan pendidikan.

Seminar ini dinilai sangat bermanfaat, khususnya bagi para kepala madrasah, guru Bimbingan dan Konseling (BK), wakil kepala madrasah, serta para guru. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang implementasi pendidikan inklusif yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif di lapangan.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru FPMI Kalimantan Barat, diharapkan semakin memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan madrasah inklusif yang berkualitas, humanis, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik.

Kembali
0 Komentar
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar