Kepala MAN Mempawah di lantik pada Forum Pendidik Madrasah Inklusif Kalimantan Barat Periode 2026–2031 Resmi Digelar
Pontianak, 11 Mei 2026 — Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Provinsi Kalimantan Barat resmi melantik kepengurusan baru masa bakti 2026–2031 dalam sebuah kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaborasi. Aula 2 Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat menjadi saksi atas prosesi pelantikan. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen madrasah terhadap pendidikan inklusif di Kalimantan Barat.
Dalam pelantikan tersebut,
Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mempawah, Tutik Rusmawati,
turut dilantik bersama 21 anggota lainnya yang terdiri dari unsur Kasi Penmad,
pengawas madrasah, serta kepala madrasah dari berbagai daerah. Pada kesempatan
ini, Tutik Rusmawati dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Bidang
Penelitian dan Pengembangan Data, sebuah posisi strategis dalam
mendukung penguatan kebijakan dan praktik pendidikan inklusif berbasis data.
Prosesi pelantikan dilakukan
oleh Sekretaris FPMI Pusat yang mewakili Ketua FPMI Pusat, yakni Dr.
Hj. Anizar, ST, M.Pd, Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menekankan
pentingnya peran FPMI sebagai motor penggerak dalam mewujudkan madrasah yang
ramah bagi semua peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan pelantikan ini juga
dirangkaikan dengan seminar nasional bertema madrasah inklusif yang disampaikan
langsung oleh Bunda Anizar. Dalam pemaparannya, beliau
menjelaskan secara komprehensif tentang urgensi penerapan pendidikan inklusif
di madrasah, termasuk alasan mengapa madrasah harus menjadi ruang yang terbuka
dan ramah bagi semua anak tanpa diskriminasi. Selain itu, beliau juga
menguraikan kategori anak berkebutuhan khusus serta pendekatan yang tepat dalam
mendampingi mereka di lingkungan pendidikan.
Seminar ini dinilai sangat
bermanfaat, khususnya bagi para kepala madrasah, guru Bimbingan dan Konseling
(BK), wakil kepala madrasah, serta para guru. Melalui kegiatan ini, peserta
memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang implementasi pendidikan inklusif
yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif di lapangan.
Dengan terbentuknya kepengurusan
baru FPMI Kalimantan Barat, diharapkan semakin memperkuat sinergi antar
pemangku kepentingan dalam mewujudkan madrasah inklusif yang berkualitas,
humanis, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik.
0 Komentar
Tinggalkan Komentar