MAN MEMPAWAH LAKSANAKAN HARI BUMI
Di tengah hiruk-pikuk peringatan seremonial yang kerap berlalu tanpa jejak, MAN Mempawah memilih cara yang berbeda untuk memaknai Hari Bumi 2026: bukan sekadar kata-kata, melainkan aksi nyata yang membumi. Dengan semangat yang menyala-nyala, seluruh warga madrasah turun tangan dalam kegiatan penanaman bibit tanaman, membersihkan halaman, hingga memungut sampah di lingkungan madrasah—sebuah langkah kecil yang lantang menegur kebiasaan lama manusia yang sering abai pada rumahnya sendiri: bumi.
Kegiatan ini diawali dengan arahan dari Kepala
Madrasah yang menggugah kesadaran bersama. Dalam pesannya, beliau menegaskan
bahwa peringatan Hari Bumi tidak boleh berhenti pada seremoni simbolik belaka.
“Bumi tidak butuh janji, bumi butuh aksi,” menjadi pesan tersirat yang mengalir
kuat. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia memikul tanggung jawab yang sama:
menjaga, merawat, dan memastikan bumi tetap lestari.
Ada ironi yang tak bisa dihindari—manusia sering
menjadi penyebab kerusakan, namun juga satu-satunya harapan untuk perbaikan.
Dari halaman madrasah yang dibersihkan hingga bibit-bibit yang ditanam dengan
harapan, terselip pesan kuat bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah
sederhana. Apa yang dilakukan hari ini mungkin terlihat kecil, namun gaungnya
bisa panjang, menjangkau masa depan yang akan diwariskan kepada anak cucu.
Melalui kegiatan ini, MAN Mempawah tidak hanya
memperingati Hari Bumi, tetapi juga menyalakan kesadaran kolektif: bahwa
menjaga bumi bukan pilihan, melainkan keharusan. Karena pada akhirnya, jika
bukan kita yang peduli, lalu siapa lagi? Dan jika tidak dimulai hari ini, kapan
lagi?
1 Komentar
Tinggalkan Komentar