Tanam Bibit Pohon di Usia ke-56, Kepala MAN Mempawah Teguhkan Komitmen Cinta Lingkungan
Mempawah—Memperingati bertambahnya usia yang ke-56 tahun, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mempawah, Tutik Rusmawati, M.Pd., melakukan penanaman bibit pohon di lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk rasa syukur sekaligus wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Penanaman bibit pohon ini merupakan bagian dari agenda rutin yang dilaksanakan oleh para pendidik dan tenaga kependidikan MAN Mempawah setiap memperingati hari kelahiran. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mensyukuri pertambahan usia, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan madrasah.
Kegiatan penanaman pohon juga sejalan dengan upaya MAN Mempawah dalam mendukung program Adiwiyata, khususnya dalam menciptakan lingkungan madrasah yang hijau, asri, rindang, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga madrasah.
Dalam kesempatan tersebut, Tutik Rusmawati, M.Pd. menyampaikan bahwa menanam pohon merupakan bentuk sederhana yang memiliki manfaat besar bagi lingkungan dan generasi yang akan datang.
“Bertambahnya usia hendaknya tidak hanya menjadi momentum untuk bersyukur, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan manfaat. Salah satunya melalui penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan. Semoga pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat bagi warga madrasah di masa mendatang.”
Kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan. Pendidik dan tenaga kependidikan turut memberikan dukungan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap keberlangsungan lingkungan madrasah.
Salah seorang guru MAN Mempawah mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan penanaman pohon dapat menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari lingkungan madrasah.
“Kegiatan ini sangat positif. Selain sebagai bentuk rasa syukur atas bertambahnya usia Ibu Kepala Madrasah, penanaman pohon juga mengingatkan kita bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi budaya di MAN Mempawah,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, salah seorang tenaga kependidikan (TU) MAN Mempawah menyampaikan bahwa kegiatan rutin penanaman pohon setiap hari kelahiran menjadi tradisi yang memiliki nilai positif dan inspiratif.
“Ini adalah kebiasaan baik yang patut dipertahankan. Setiap bertambah usia, kita tidak hanya merayakannya dengan ucapan, tetapi juga meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan. Semoga pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh menjadi penghijauan yang membuat madrasah semakin rindang dan nyaman,” tuturnya.
Mari bersama-sama menjaga dan merawat lingkungan madrasah. Tidak harus dimulai dari hal besar, tetapi dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana seperti menanam dan merawat pohon, membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, menjaga kebersihan, serta merawat fasilitas dan taman madrasah. Lingkungan yang bersih, hijau, dan asri merupakan tanggung jawab seluruh warga madrasah.
Mari jadikan semangat cinta lingkungan sebagai bagian dari budaya MAN Mempawah. Dengan kepedulian dan kerja sama seluruh warga madrasah, kita dapat mewujudkan lingkungan belajar yang hijau, rindang, sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Momentum pertambahan usia ke-56 Kepala MAN Mempawah pun menjadi semakin bermakna karena diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan menjadi investasi kebaikan bagi generasi mendatang.
LQ_Pengelola Website MAN Mempawah
0 Komentar
Tinggalkan Komentar