Dari Literasi Menuju Aksi Hijau: Kepala MAN Mempawah Hadirkan Gagasan Transformasi Adiwiyata Berbasis Ekoteologi

18 Aug 2026 Berita administrator 16x dibaca
Dari Literasi Menuju Aksi Hijau: Kepala MAN Mempawah Hadirkan Gagasan Transformasi Adiwiyata Berbasis Ekoteologi

Mempawah — Prestasi di bidang literasi kembali ditorehkan oleh keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mempawah. Kepala MAN Mempawah, Tutik Rusmawati, M.Pd., berhasil menghasilkan karya buku tunggal ilmiah berjudul Transformasi Adiwiyata Melalui Pendekatan Ekoteologi.

Karya tersebut menjadi bukti bahwa literasi di lingkungan madrasah tidak berhenti pada aktivitas membaca dan menulis, tetapi dapat berkembang menjadi gagasan ilmiah yang merespons persoalan lingkungan sekaligus menguatkan nilai-nilai keagamaan. Buku ini merepresentasikan upaya menghadirkan perspektif baru dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui pendekatan yang memadukan pendidikan, ekologi, dan nilai-nilai spiritual.

Di tengah tantangan lingkungan yang semakin kompleks, isu transportasi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kehidupan yang lebih berkelanjutan. Melalui gagasan Transformasi Adiwiyata, konsep kepedulian terhadap lingkungan diarahkan agar tidak hanya menjadi program, tetapi berkembang menjadi budaya dan perilaku warga madrasah.

Sementara itu, pendekatan ekoteologi memberikan dimensi yang lebih mendalam. Lingkungan tidak semata-mata dipandang sebagai ruang hidup yang harus dijaga, tetapi juga sebagai bagian dari amanah manusia sebagai makhluk yang bertanggung jawab terhadap kelestarian ciptaan Allah SWT.

Melalui karya ilmiah tersebut, Tutik Rusmawati menunjukkan bahwa madrasah memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan inovasi pendidikan berbasis lingkungan. Konsep Adiwiyata dapat dikembangkan secara lebih kontekstual dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, sehingga kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya lahir dari kesadaran sosial, tetapi juga tumbuh dari kesadaran spiritual.

“Menjaga lingkungan bukan sekadar merawat bumi, tetapi merawat amanah Tuhan. Ketika transformasi menjadi bagian dari budaya Adiwiyata dan ekoteologi menjadi landasan kesadaran, setiap langkah perjalanan dapat menjadi jejak kebaikan bagi bumi dan generasi mendatang.”

Prestasi dalam menghasilkan buku tunggal ilmiah ini sekaligus memperlihatkan pentingnya keteladanan literasi dari seorang pemimpin madrasah. Kepala madrasah tidak hanya memiliki peran dalam mengelola lembaga pendidikan, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan untuk terus belajar, meneliti, menulis, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat.

Karya Transformasi Adiwiyata Melalui Pendekatan Ekoteologi diharapkan dapat menjadi salah satu referensi sekaligus pemantik diskusi dalam pengembangan budaya ramah lingkungan di madrasah. Gagasan yang dituangkan di dalamnya juga relevan dengan semangat MAN Mempawah dalam memperkuat program Adiwiyata, penghijauan, pengelolaan lingkungan, serta pembentukan karakter peserta didik yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Lebih jauh, capaian tersebut menjadi pesan bahwa literasi dapat menjadi jalan menuju perubahan. Sebuah buku tidak hanya menyimpan gagasan, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan kebijakan, membangun budaya positif, dan menggerakkan komunitas pendidikan untuk mengambil tindakan nyata.

Bagi keluarga besar MAN Mempawah, karya Tutik Rusmawati menjadi energi positif untuk terus membangun tradisi akademik dan literasi di lingkungan madrasah. Prestasi tersebut diharapkan mampu mendorong para pendidik dan tenaga kependidikan lainnya untuk menjadikan menulis sebagai bagian dari pengembangan profesional sekaligus sarana berbagi gagasan dan pengalaman.

Dengan hadirnya Transformasi Adiwiyata Melalui Pendekatan Ekoteologi, MAN Mempawah kembali menunjukkan bahwa madrasah dapat menjadi ruang tumbuh bagi literasi, inovasi, kepedulian lingkungan, dan nilai-nilai spiritual secara bersamaan.

Sebab, ketika ilmu dituangkan menjadi karya, karya diwujudkan menjadi gerakan, dan gerakan dilandasi nilai-nilai kebaikan, maka literasi tidak lagi sekadar menghasilkan buku—literasi dapat menghasilkan perubahan.

“Menulis tentang lingkungan adalah cara merawat kesadaran; mengamalkannya adalah cara mewariskan bumi yang lebih baik.”

LQ_Pengelola Website MAN Mempawah

Kembali
1 Komentar
User
Jamaliah 19/08/26 10:29
Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Madrasah atas perilisan buku tunggal yang membanggakan. Karya ini bukan sekadar rangkaian gagasan yang dituangkan dalam tulisan, melainkan jejak intelektual dan keteladanan nyata bagi seluruh warga madrasah. Di tengah kesibukan memimpin, beliau tetap mampu melahirkan karya bermakna yang memperkaya khazanah literasi dan pendidikan. Semoga buku ini memberikan manfaat luas, menginspirasi banyak insan, serta menjadi awal dari lahirnya karya-karya besar berikutnya. Prestasi ini membuktikan bahwa pemimpin sejati tidak hanya mengarahkan langkah, tetapi juga meninggalkan cahaya melalui karya.
Tinggalkan Komentar